INDIKASI GEOGRAFIS - IG

TENUN IKAT SIKKA

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis - MPIG

Tenun Ikat Sikka, Karakteristik dan Kualitas

Tenun Ikat Sikka” dalam bahasa lokal dikenal dengan nama “Pete Lorun(g) Sikka” bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia merupakan produk yang sudah berkembang dan diproduksi oleh masyarakat semenjak ratusan tahun yang lalu secara turun-temurun. Tenun ini diproduksi dengan alat tenun tradisional (ATBM) yang dikerjakan secara manual dengan cara diikat menggunakan tangan dan dengan bahan benang tenun yang terbuat dari katun atau suter (Benang pabrik atau yang dipintal sendiri/ tradisional). kemudian diberi warna dengan pewarna alami ataupun pewarna kimia/naftol.

Secara tradisional Tenun Ikat Sikka memiliki warna dominan hitam indigo, ditata terutama dengan beberapa ragam hias geometris di bagian pinggirnya dihias dengan jalur hitam yang kecil atau besar juga beberapa variasi motif. Pada prinsipnya Tenun Ikat Sikka hanya menggunakan tiga warna yaitu : hitam, biru dan cokelat tua. Tenun tradisional yang dibuat dengan menggunakan benang kapas yang dipintal sendiri dan diberi pewarna alami memiliki keunggulan selain lebih mahal dan dapat berusia panjang hingga ratusan tahun.

Tenun Ikat Sikka secara tradisional pada bagian tengah biasanya diapit oleh pasangan meander yang menyerupai belahan pinang bolak-balik, disela oleh jalur-jalur hitam nila, olehnya jenis sarung ini disebut hurang mitang. Dalam susunan motif terdapat motif induk (dalam bahasa lokal "Ina gete") dengan ragam hias relatif besar dan diikuti dengan ragam hias yang sama seperti motif induk namun dengan bentuk diperkecil yang dikenal dengan nama motif anak (dalam bahasa daerah "ina lotik/kesi");

Hak Cipta : ISIP
Keindahan Motif Sikka

Motif Tenun Ikat Sikka merupakan representasi dari etnik, nilai religi "magi", sosial budaya estetika yang digambarkan dengan simbol-simbol sekitarnya, berupa tumbuhan dan hewan yang merupakan simbol dan ekspresi dari nenek moyang yang pada saat itu belum mengenal tulisan. Saat ini Tenun Ikat Sikka telah dikenal masyarakat baik dalam ataupun luar negeri karena keunikannya.

Sifat fisik dari Tenun Ikat Sikka berdasarkan benang yang dipakai dapat di bagi menjadi dua yaitu:

  1. Benang pintal tradisional yang diurai secara manual dari kapas; memiliki ciri-ciri fisik yang tebal dan agak kasar;
  2. Benang pintal pabrik yang oleh para penenun biasa disebut benang toko, memiliki ciri-ciri fisik yang tipis dan halus.

Sifat fisik dari Tenun Ikat Sikka berdasarkan pewarna yang dipakai yaitu :

  1. Pewarna alam; warna yang dihasilkan terbatas dan tidak cerah karena menggunakan zat perwarna alam yang berasal dari akar, kulit dan dedaunan yang dibudidaya oleh masyarakat penenun.
  2. Pewarna kimia/pabrik, yang direkmomendasikan adalah jenis naftol yang dijual di toko, dengan ciri-ciri warna yang tidak terbatas dan berwarna agak cerah dari pewarna alami.

Produk yang dilindungi adalah produk Tenun Ikat Sikka yang mengandung beragam motif yang  saat ini berupa :

· Patan:  lembaran kain Tenun Ikat Sikka yang masih utuh dengan rumbainya

· Utan : Kain Tenun Ikat  Sikka yang sudah dijahit menjadi sarung

· Sembar : Kain Tenun Ikat Sikka yang berbentuk selendang/Shawl

. Lensu : Kain Tenun Ikat Sikka untuk penutup kepala.

Hak Cipta : Nani House
Salah satu Motif Kain Tenun Ikat Sikka

Informasi Kontak

MPIG Tenun Ikat Sikka
Email : mpigsikka@gmail.com
HP : +6282340133566
Kantor BAPPEDA Kabupaten Sikka,
Jl. Mawar, Madawat, Alok, Kabupaten Sikka,
Nusa Tenggara Timur (86112)
Indonesia

Ingin Menjadi Anggota?

Klik Untuk Mendaftar

Ikuti Kami

Facebook

Login Anggota


>

>


┬ęCopyright www.tenunikatsikka.co.id