INDIKASI GEOGRAFIS - IG

TENUN IKAT SIKKA

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis - MPIG

Proses Produksi Tenun Ikat Sikka

Keindahan yang terdapat dalam Tenun Ikat Sikka merupakan hasil dari sebuah proses yang sangat rumit dan membutuhkan ketelitian yang tinggi dalam menuangkan imajinasi desain suatu motif pada pemidang benang putih. Proses pewarnaan merupakan unsur seni dalam memadukan kombinasi warna dari warna tunggal dan  warna kombinasi bersusun yaitu yang memadukan pada bagian motif yang sudah diwarnai. Dimana Proses ini dilakukan secara berberulang sehingga menghasilkan warna yang indah.

Masyarakat kalangan penenun memiliki talenta dan bakat alami/turun temurun yang mengalir dari darah seni nenek moyangnya sehingga konon sangat sulit bagi orang-orang yang berasal dari luar Kabupaten Sikka untuk belajar keterampilan menenun seperti yang dilakukan oleh masyarakat kalangan penenun Kabupaten Sikka.

Alat-alat yang digunakan adalah terbuat dari kayu dan diproduksi sendiri oleh masyarakat lokal.

Berikut adalah beberapa tahapan proses produksi Tenun Ikat Sikka :

Hak Cipta : ISIP

Pembuatan Benang

Ada tiga tahap proses pembuatan benang yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Kab. Sikka, yaitu

  • Tahap  pertama adalah: Menggencet biji kapas yang sudah dikeluarkan bijinya pada alat yang disebut Ngeung Tebong atau Keho (bahasa lokal) dan diputar dengan dengan kanan, sehingga kapas lembek dan mudah dibersihkan.
  • Tahap kedua adalah: Memukul-mukul kapas dengan tongkat yang digelar di atas tikat yang dialasi dengan daun pisang kering agar tikar kerja tidak kena tanah dan sobek. Dilakukan terus-menerus dipukul serta dibolak-balik sampai  kapas menjadi lembek, sehingga kotoran-kotoran mudah dijauhkan. Kemudian kapas yang sudah bersih itu dilipat-lipat menyerupai persegi empat, cara kerja mana disebut dalam bahas lokal disebut Lepet Kapa.
  • Cara ketiga disebut Jata Kapa yaitu membuat benang dari kapas dengan alat yang disebut jata.
Hak Cipta : ISIP

Tahap Mengikat

Tahap ini memegang peranan penting karena sangat menentukan dalam menentukan motif ragam hias kain tenun ikat yang akan dibuat. Caranya  merentangkan benang polos disebut goan kapa, dimana gelendong benang direntang memanjang sepanjang jangkauan tangan wanita dewasa pada  pada sebuah alat yang disebut laing yaitu kayu tengah. Kemudian dilakukan pembuatan motif dengan cara mengikat benang dengan goan kapa

Hak Cipta : ISIP
Proses Mengikat Motif tenun ikat sikka

Tahap Pewarnaan

Warna dasar Tenun Ikat Sikka hanya menggunakan tiga warna yaitu : hitam, biru dan cokelat tua. Proses koja gelo yaitu pencelupan benang dasar putih atau biru di dalam larutan minyak kenari dan minyak kemiri, juga ramuan bahan tambahan lain seperti daun pepaya, batang kulit dadap, juga abu dapur (karbon) ini bertujuan untuk memudahkan za at warna mengkudu menyerap dengan baik, selanyutnya benang di celupkan, atau di rendam dalam bahan pewarna yang di inginkan.dan selalu di bolak balik agar warna merata.

Hak Cipta : ISIP

Tahap Menenun

Loru  atau menenun : memasukan benang vertikal dengan alat legu satu per satu dan ditenum dengan menggunakan alat bantu pati dengan kekuatan secukupnya untuk mendapatkan struktur tenun yang rapat dan kuat.

Hak Cipta : ISIP

Informasi Kontak

MPIG Tenun Ikat Sikka
Email : mpigsikka@gmail.com
HP : +6282340133566
Kantor BAPPEDA Kabupaten Sikka,
Jl. Mawar, Madawat, Alok, Kabupaten Sikka,
Nusa Tenggara Timur (86112)
Indonesia

Ingin Menjadi Anggota?

Klik Untuk Mendaftar

Ikuti Kami

Facebook

Login Anggota


>

>


┬ęCopyright www.tenunikatsikka.co.id